menu melayang

Senin, 02 Januari 2023

Membangun Etika Berbisnis Dengan Investor supaya target tercapai

Etika Berbisnis Dengan Investor - Saat bekerja dengan investor baru, penting bagi Kalian untuk mengungkapkan semua aset perusahaan Kalian catatan keuangan sebelum meminta mereka untuk menginvestasikan uang ke usaha Kalian. Ini termasuk catatan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dll. Ini juga merupakan ide bagus untuk menunjukkan semua dokumen yang relevan mengenai usaha Kalian seperti perjanjian, kontrak, dll. Investor yang ada biasanya lebih khawatir tentang apakah Kalian menjalankan perusahaan yang sah sebelum menyerahkan uang. Oleh karena itu, Kalian harus memastikan bahwa semua dokumen yang diperlukan perusahaan Kalian mutakhir dan teratur sebelum mendekati mereka dengan permintaan pendanaan.  Pertama dan terpenting, penting untuk memahami stKalianr etika yang berlaku dalam berbisnis dengan investor. Secara umum, berbisnis dengan investor membutuhkan transparansi, keadilan, dan kepercayaan yang lebih besar daripada berbisnis dengan pelanggan individu. Ini karena investor memiliki banyak kekuatan atas perusahaan yang mereka dukung.



Bekerja sama dengan investor baru dan yang sudah ada membutuhkan transparansi yang lebih besar dari pemilik bisnis. Selain itu, penting bagi pemilik bisnis untuk selalu menghormati kewajiban mereka terhadap orang-orang tersebut secara tepat waktu dan jujur. Dengan demikian, bisnis dapat membangun kepercayaan yang cukup di antara pemegang saham saat ini dan calon pemegang saham untuk berhasil menjalankan usaha mereka! Sebagai pengusaha, Kalian harus menemukan keseimbangan antara menjalankan bisnis dan membangun kepercayaan.

Penting juga untuk menunjukkan kepada investor baru dan yang sudah ada bahwa Kalian melakukan segala upaya yang mungkin untuk menghormati kewajiban keuangan Kalian terhadap mereka. Misalnya, saat membayar kembali modal investor, penting untuk melakukannya dengan cepat dan jujur.

Kalian sebagai pengusaha berkewajiban untuk melakukan transaksi bisnis secara etis setiap saat.  Mulai dari awal, penting untuk dipahami bahwa investor baru dan yang sudah ada memiliki etika sendiri saat bekerja dengan bisnis pemilik. Misalnya, investor baru cenderung lebih memperhatikan tata kelola perusahaan dan transparansi dalam urusan bisnis. Ini karena mereka pada dasarnya menginvestasikan uang hasil jerih payah mereka ke perusahaan yang mereka percayai. Di sisi lain, investor yang sudah ada biasanya lebih konservatif ketika memilih perusahaan mana yang ingin mereka kembalikan. Ini karena berapa banyak uang yang telah mereka hasilkan dari investasi awal mereka- jadi sulit bagi mereka untuk berubah pikiran setelah melakukan investasi awal.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel

Label